Monday, November 2, 2020
Prinsip Gelombang Elektromagnetik dalam survei Geofisika
7:46 AM
Gambar 1. Prinsip metode induktif terrain conductivity ( Geonics, 1979)
Gambar 1. disamping dari sudut pandang transmiter dan receiver mudah dipahami. Gambar ini merupakan prinsip metode induktif terain-kondutifitas. berdasarkan gambar tersebut mudah dipahami. Transmiter coil ( pemancar) adalah sebuah lilitan kawat dengan sejumlah n lilitan dan diameter lilitan yang diberikan sebuah arus bolak balik dengan suatu operating frekuensi tertentu. Lilitan yang diberikan arus bolak balik akan menjadi sebuah medan magnet yang berubah terhadap waktu yang pada akhirnya menjadi gelombang elektromagnetik. Pada suatu jarak s sebuah lilitan pasif dengan n lilitan dan diameter r menerima gangguan berupa medan elektromagnetik pada lilitan koil. medan gangguan elektromagnet akan terukur dalam arus listrik. nilai medan listrik bolak balik mempengaruhi nilai medan magnet pada transmiter, dan arus listrik pada receiver dapat dikalkulasi di konversi dalam nilai medan magnet. Nilai perbandingan medan magnet tersebut merupakan nilai terain conductivity. Parameter lain dalam rumus dapat diketahui dan sebagian merupakan konstanta.
Gambar 2. Prinsip Very Low Terrain resistivity method ( Collett, 1979)
Gambar 2 mudah dipahami mengenai parameter yang di ukur dan dibaca oleh alat VLF. yang pertama ada sebuah pemancar Radio VLF ( radio komunikasi jarak jauh zaman dulu dan militer kapal selam saat ini) beberapa pemancar tersebut hingga kini masih aktif. Prinsip kerja dari pengukuran VLF ini adalah mengukur besar medan listrik pada arah X searah dengan arah pemancar dan mengukur besar medan magnet yang tegak lurus dengan arah sumbu X. Perbandingan nilai medan listrik dan medan magnet sesuai dengan persamaan diatas merupakan nilai apparent terrain resistivity. Nilai Frekuensi transmiter informasinya terbuka di negara yang memiliki pemancar. Kekuatan dari transimitter dapat dipengaruhi oleh jarak dan power transmitternya. beberapa dapat terukur pada alat sebelum melakukan pengukuran. Dapat pula menggunakan perangkat lunak dan PC soundcard yang ada beberapa tutorialnya. hal ini untuk mendapatkan akurasi pengukuran yang terbaik.
Luaran (Output) Laboratorium geofisika Eksplorasi
7:09 AM
ilmiah, luaran, metodologi
Dalam penyelenggaraan laboratorium perlu dikaji mengenai output penting dari kegiatan. Laboratorium diharapkan memiliki suatu peran dalam menghasilkan sesuatu yang bernilai ilmiah. Diharapkan laboratorium dengan segala keterbatasannya dimasa kini dapat terus berproses menjadi lebih baik dan memiliki mutu dalam output.
Gambar 1. Luaran yang diharapkan oleh laboratorium geofisika eksplorasi (YA)
Gambar diatas menunjukan sebuah diagram alir yang memiliki dua buah cabang. Dua cabang tersebut dengan maksud luaran laboratorium eksplorasi (LLE) menghasilkan dua manfaat yang dapat dijalankan berbarengan seiring dengan kegiatan akademik. Luaran yang pertama disebelah kiri merupakan Kompetensi mahasiswa dan luaran disebelah kanan merupakan produk ilmiah ( artikel, jurnal, dll). Untuk mendapatkan luaran tersebut maka terdapat dua kinerja teknis yang dilakukan. Yang pertama laboratorium berlaku sebagai ruang pembelajaran akademik dan kedua laboratorium sebagai ruang penelitian.
Ruang pembelajaran akademik subjek nya adalah mahasiswa sedangkan pada penelitian subjeknya adalah dosen/peneliti. Pada pembelajaran akademik mahasiswa diberikan pengenalan berkaitan teori teknis diperkuliahan sekaligus diberikan praktek langsung dalam sebuah kurikulum praktikum. Laboratorium geofisika eksplorasi secara langsung dapat memberikan kompetensi keahlian kepada mahasiswa untuk memahami mengenai kegiatan eksplorasi. Bersamaan dengan itu kegiatan praktikum ini juga diharapkan bersinggungan dengan dosen/ peneliti yang telah memiliki pengalaman. Dosen/peneliti dapat memberikan jembatan bagi mahasiswa untuk terverivikasi dengan standar ilmiah oleh dosen/peneliti. Pada gambar 1 diatas di tunjukan sebagai kotak kalibrasi alat yang dimaksudkan sebagai filter bagi mahasiswa untuk menelurkan artikel ilmiahnya dengan bantuan dosen/peneliti yang tidak hanya dalam kalibrasi alat (bagian dari metodologi riset). Disatu sisi dosen/peneliti bertanggung jawab memberikan kepakaran dibidangnya dengan memberikan batasan dan dukungan dalam menghasilkan artikel ilmiah yang relevan dan bermutu. Harapannya selain dari menghasilkan mahasiswa dengan kompetensi dibidang geofisika juga menghasilkan produk ilmiah sesuai dengan perkembangan keilmuan geofisika eksplorasi.
(Untuk menuju itu masih ada kendala mengenai ISO, standarisasi, kaitannya dengan metodologi riset yang benar, ada beberapa hal yang masih perlu dibenahi.)
Subscribe to:
Posts (Atom)